Thursday, 6 September 2018

Gonggong, Siput Enak Asal Kepulauan Riau

Awal 2012 adalah awal saya mencicip gonggong. Mulanya saya tidak begitu berselera karena melihat bentuknya seperti siput biasa. Tetapi, suami saya meyakinkan bahwa gonggong itu enak. Akhirnya saya beranikan untuk mencicipinya. Benar saja, gonggong itu enak.
Seperti dilansir oleh situs Jawapos.com, gonggong ternyata bukan hanya enak. Gonggong mempunyai kandungan gizi yang cukup memadai. Dalam 100 gram gonggong, terdapat 4,1% karbohidrat dengan nilai gizi 1,4 kalori. Bukan itu saja, dalam 100 gram gonggong juga mengandung 31,19 protein dengan nilai gizi 124,8 kalori dan 24,9% lemak dengan nilai gizi 224,1 kalori. Mantap bukan kandungan gizi gonggong? Alih-alih makan enak, ternyata juga dapat menuai gizi tinggi. 
Gonggong memang bergizi tinggi, tetapi bagi orang yang memiliki riwayat kadar kolesterol tinggi, gonggong wajib dihindari. Pasalnya, kadungan kolesterol pada daging gonggong ini cukup tinggi. Tetapi masih tetap boleh kok makan gonggong, satu atau dua buah saja ya bagi yang berkolesterol tinggi. Jangan lupa, minumnya pesan jus nanas atau jus apel untuk menetralisir kadar kolesterol dalam tubuh setelah menyantap gonggong.
Kelezatan gonggong ini sayang hanya bisa dinikmati di Kepulauan Riau. Strombus Canurium dan masih termasuk famili molusca ini adalah hewan endemik yang hanya ditemukan di lautan Kepulauan Riau. Saya belum pernah menemukan gonggong dalam kaleng. Seandainya ada, tentu bisa saya bawa sebagai buah tangan ketika saya mudik atau bepergian. Soal harganya, tenang saja harga gonggong masih jauh di bawah harga udang atau pun kepiting.
Jika penasaran sama enaknya makan gonggong, cobalah rencanakan perjalanan bisnis atau pun liburan ke Kepulauan Riau khususnya Pulau Bintan. Saya tinggal di Pulau Bintan, dan lidah saya mengatakan gonggong terenak ada di wilayah Pulau Bintan. Tetapi lain orang lain pula kecapan rasa lidahnya. Barangkali pembaca merasakan lebih enak makan gonggong di luar Pulau Bintan ya sah-sah saja.