Thursday, 10 October 2013

Anak Yang Percaya Diri Adalah Sebuah Investasi


Anak Yang Percaya Diri Adalah Sebuah Investasi


            Kepercayaan diri adalah salah satu modal seorang anak untuk menghadapi berbagai tekanan dan situasi yang sulit. Walaupun begitu, masih banyak anak yang merasa rendah diri, merasa tidak berguna dan merasa tidak mampu. Melihat kenyataan ini, peran Mommy dan suami sebagai orang tua sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan diri anak.
            Seorang anak yang mengalami krisis percaya diri dapat menarik diri dari pergaulan. Pada akhirnya, anak tersebut akan terus-terusan minder dan terkucil. Hal ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan mentalnya dan juga kelak bagi masa depannya. Sebaliknya, seorang anak yang percaya diri akan dengan mudah beradaptasi di lingkungan pergaulan. Ia akan mempunyai banyak teman, dan bahkan ia bisa tampil sebagai leader bagi teman-temannya tersebut. Selain itu, anak yang percaya diri akan tampil menjadi anak yang cerdas. Tentu saja ini harapan setiap Mommy kan..:) Ia berani mencoba apa saja yang menarik perhatiannya. Kelak ketika dewasa, ia akan mempunyai peluang yang lebih besar untuk berkarya karena rasa percaya dirinya dalam menciptakan suatu karya. Untuk membuat anak menjadi percaya diri bukanlah pekerjaan yang mudah. Keuletan dan konsistensi Mommy dan suami sangat diperlukan dalam membangun rasa percaya diri anak. Di antara rambu-rambu yang harus dilaksanakan oleh Mommy dan suami agar anak tumbuh penuh percaya diri adalah kasih sayang yang luas, memberi penghargaan atas kemampuan anak, tidak mencela ketidakmampuan anak, memberi kesempatan anak untuk mencoba berbagai hal, dan mengajak anak bergaul pada lingkungan yang tepat.
            Kasih sayang orang tua adalah bekal yang tak ternilai harganya bagi anak. Anak yang diliputi kasih sayang yang penuh, maka anak tersebut akan tumbuh penuh percaya diri karena dirinya merasa mendapat dukungan dari orang tuanya. Berbeda dengan anak tanpa kasih sayang, ia akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri karena dia merasa dirinya tidak mendapat dukungan.
            Seorang anak yang sedang melalui tahapan belajar dalam hidupnya, tentu saja tidak selalu berhasil menunjukkan kemampuannya. Sering kali pula anak tersebut mengalami ketidakmampuan. Atas kemampuannya tersebut, hendaknya Mommy dan suami memberi penghargaan baik berupa pujian maupun berupa hadiah mainan atau apa pun juga. Penghargaan ini sangat berguna untuk menaikkan rasa percaya diri dan sekaligus memompa semangat anak untuk terus berusaha menunjukkan kemampuannya. Sebaliknya, terhadap ketidakmampuan anak, jangan sesekali Mommy ataupun suami mencelanya. Sebab celaan bisa berakibat sangat fatal seperti anak makin mundur, makin tidak percaya diri dan makin malas melakukan sesuatu.
            Memberi kesempatan yang luas kepada anak untuk bereksplorasi mencoba berbagai hal sangatlah baik untuk menaikkan kepercayaan diri anak. Dari sini anak Mommy akan merasa yakin dan senang karena mempunyai kesempatan bereksplorasi. Melalui eksplorasinya, anak akan menemukan berbagai hal baru yang penting bagi proses belajarnya.
            Lingkungan pergaulan yang tepat juga perlu Mommy suguhkan kepada anak agar kepercayaan dirinya terbangun. Hal ini juga penting untuk mengikis rasa malunya dan mengembangkan kemampuan sosialisasinya. Ketika anak terbiasa bertemu dengan orang banyak, lambat laun anak akan percaya diri untuk tampil di depan khalayak.
            Mommy, betapa berharganya anak yang tumbuh percaya diri. Anak yang percaya diri adalah sebuah investasi. Silakan Mommy buktikanJ

No comments:

Post a Comment