Sunday, 16 February 2014

Wonderful Wife


            Rumah tangga adalah madrasah kehidupan yang selalu berjalan. Seiring perjalanan, seringkali dijumpai aneka masalah yang mewarnai kehidupan rumah tangga. Dalam hal ini, diperlukan penegasan peran antar anggota keluarga, utamanya seorang istri dan suami. Seorang istri hadir untuk dipimpin suami dan sebaliknya seorang suami hadir untuk memimpin istri. Untuk menjadi seseorang yang mudah dipimpin tentu seorang istri harus mempunyai karakter tertentu yang menjadikannya istri ideal atau yang lebih kerennya disebut wonderful wife.
            Ada tiga karakter utama yang harus dimiliki seorang istri untuk menjadikannya wonderful wife. Karakter pertama, wonderful wife itu lembut. Karakter kedua, wonderful wife itu mau belajar. Karakter ketiga, wonderful wife itu selalu tampil menarik di hadapan suami.
            Karakter pertama, wonderful wife itu lembut. Istri yang lembut baik dalam tutur kata, sikap dan perbuatan akan membuat pasangan semakin sayang. Karakter lembut ini sangat tepat dimiliki berkaitan dengan peran istri sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya. Pendidikan dan karakter anak sangat mudah dibentuk dengan belaian lembut ibunya. Demikian pula masalah yang terjadi di rumah tangga akan lebih mudah dilewati dengan sikap lembut seorang istri, meski terkadang suami bersifat keras. Justru sifat keras suami yang harus dihadapi dengan sifat lembut istri. Ibarat batu yang keras akan terbenam di dalam lumpur yang lembut. Berbeda keadaan jika sebuah batu yang keras bertemu dengan batu yang keras juga, niscaya batu tersebut akan hancur bila berbenturan.
            Karakter kedua, wonderful wife itu mau belajar. Kemauan untuk belajar ini sangat tergantung pada besarnya niat seseorang, bukan tergantung pada kecerdasan individu orang tersebut. Seorang istri yang mau belajar berarti seorang istri tersebut mempunyai hati yang lapang untuk menerima kritik dan mengakui kesalahan. Ia sadar bahwa ia bukan makhluk sempurna tanpa kesalahan. Tetapi ia juga tidak tunduk menyerah pada keadaan. Ia terus belajar segala hal untuk memperbaiki keadaan. Tidak masalah bagi seseorang yang akan menikah sama sekali tidak bisa memasak dan ketrampilan rumah tangga lainnya. Hanya saja, ia harus mempunyai bekal besar kemauan untuk belajar sehingga nantinya ketika ia sudah menikah ia mau belajar memasak dan ketrampilan rumah tangga lainnya. Seiring waktu berjalan, ia akan menjadi istri yang terampil memasak dan ketrampilan rumah tangga lainnya. Pada suatu waktu, adakalanya ia melakukan kesalahan yang berujung munculnya masalah dalam rumah tangga. Sebagai wonderful wife, ia berlapang dada menerima kritik dan tidak malu mengakui kesalahannya tersebut serta meminta maaf. Serta merta, ia juga belajar mengaplikasikan saran yang dikemukakan suaminya sehingga masalah dalam rumah tangga berangsur reda. Belajar membagi waktu juga hal yang harus diupayakan oleh seorang istri yang ideal. Bagaimanapun waktu yang dipunyai hanya terbatas 24 jam saja, sementara pekerjaan dan masalah rumah tangga selalu datang tak berbilang. Waktu 24 jam itu hendaknya bisa dikelola seorang istri baik untuk menyelesaikan baik urusan domestik rumah tangga maupun urusan sosial yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Yang lebih penting lagi, waktu 24 jam itu tidak semata-mata hanya habis untuk menyelesaikan rutinitas di atas, tetapi juga bisa bernilai tambah dan juga bernilai ibadah.
            Karakter ketiga, wonderful wife itu selalu tampil menarik di hadapan suami. Suami mempunyai hak melihat penampilan menarik istrinya. Berpakaian bersih, rapi dan wangi adalah keharusan seorang istri di hadapan suami. Perawatan tubuh dan polesan wajah yang indah juga berpahala jika diniatkan untuk menyenangkan hati suami. Suami di luar rumah selalu berjumpa dengan wanita yang tampil tidak seadanya. Untuk menjaga pandangannya, ketika di rumah suami hendaknya suami juga menjumpai istrinya berpenampilan menarik. Bukan malah di rumah suami menemukan istrinya berpenampilan seadanya, baju seadanya dan tanpa make up. Kalau perlu, justru baju baru yang dipakai di rumah ketika ada suami, bukan malah untuk pergi ke luar rumah yang diutamakan. Meskipun begitu, penampilan ketika pergi ke luar rumah juga harus dijaga untuk menjaga nama baik suami tercinta.
            Wonderful wife bisa dicapai dengan konsistensi sepenuh hati, buka pencapaian instan. Padanya terkandung pesan untuk selalu belajar dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Tidak ada satu hembusan nafas pun berlalu tanpa nilai tambah bagi kehidupan rumah tangganya. Mari kita sama-sama mengupayakan menjadi wonderful wife di rumah kita!

##Kritik dan saran untuk blog bu ida, labelnya terlalu spesifik sehingga mungkin perlu disederhanakan agar lebih komunikatif tampilan blognya:)

8 comments:

  1. jd istri mmg harus siap belajar hal baru. apalagi ga ada sekolah jd istri ya.
    salam kenal.

    ReplyDelete
  2. Iya, betul. Salam kenal kembali ya:)

    ReplyDelete
  3. Lembut, mau belajar dan tampil menarik. Sip banget postingannya!! Semoga menang ya!!

    Yang masih berkeluarga, hehe. Sabar saja..

    ReplyDelete
  4. Amin. Terima kasih atas kunjungannya:)

    ReplyDelete
  5. yang lembut itu sulit sekali mak,,,saya mau belajar juga,,

    ReplyDelete
  6. hehe..iya mak, saya akui saya juga masih belajar untuk lembut..:)

    ReplyDelete
  7. makasih partisipasinya mak. Karakternya okee.

    ReplyDelete
  8. siipp..makasih atas kunjungannya mak:)

    ReplyDelete