Monday, 24 February 2014

Yes, I Like Monday!

Bagi sebagian orang, hari senin adalah momok tersendiri untuk memulai rutinitas bekerja. Betapa tidak, setelah weekend  yang cukup melenakan tiba-tiba harus bertemu hari senin yang mana harus memulai perjalanan jauh dari rumah ke kantor, harus bertemu kemacetan di jalanan, harus bertemu rekan kerja yang menyebalkan, harus bertemu atasan yang otoriter dan sebab lainnya yang kurang mengenakkan.
 Lalu, haruskah hari senin dihapuskan dari sistem kalender? Ataukah hari senin dimasukkan daftar hari libur nasional? Oh no, akan muncul hari selasa sebagai pengawal rutinitas! Ya, hari senin akan diganti hari selasa. I hate Monday akan terganti I hate tuesday! Jadi yang salah bukan harinya kan? Yang salah adalah mindset-nya.
Mencintai hari senin bisa diawali dengan membuat alasan mendasar mengapa hari senin harus dilalui. Alasan mendasar tersebut akan menjadi motivasi yang membangkitkan mood  untuk beraktivitas di hari senin. Beragam motivasi yang bisa membuat indahnya hari-hari untuk dilalui, misalnya motivasi ibadah, motivasi berbagi, dan motivasi memperoleh kebahagian.
Motivasi ibadah bisa menjadi motivasi yang berdampak besar untuk mencintai hari senin. Sebagai makhluk beragama tentunya ibadah kepada-Nya untuk memperoleh pahala adalah sebuah kenikmatan tersendiri.Hari senin adalah hari memulai bekerja. Bekerja, yang telah menyita waktu dan tenaga hendaknya diniatkan sebagai ibadah. Maka, hari senin yang mana merupakan hari untuk melakukan ibadah (bekerja yang diniatkan sebagai ibadah) tentu akan menjadi hari yang tak mau terlewatkan begitu saja.
Motivasi berbagi juga bisa membuat hari senin selalu dinanti. Perasaan bahagia setelah berbagi pasti akan terus dirasa sebagaimana orang yang ketagihan olehnya. Di hari senin yang indah, adakalanya sempatkan untuk membawa uang ataupun makanan untuk dibagikan kepada orang tidak mampu. Kalau risih memberi uang, bisa dengan memberi makanan/minuman. Misalnya memberi sekotak susu UHT kepada anak jalanan yang ditemui. Setelah itu, rasakan sensasi tersendiri di hati. Atau cara lain, membeli koran pada penjual koran di jalanan. Lebihkan uangnya sebagai bentuk berbagi. Setelahnya, akan akan sensasi rasa luar biasa.
Motivasi memperoleh kebahagiaan juga penting untuk ditanamkan. Bangun mindset bahwa hari senin akan memperoleh kebahagian, akan meletupkan semangat yang luar biasa untuk menjalaninya. Semangat tersebut akan memompakan pikiran positif lainnya. Pola pikir yang positif tentulah akan membuat hari senin terasa menyenangkan untuk dilewati.
So, tidak ada alasan lagi untuk tidak berkata I Like Monday kan..?:)

 

2 comments:

  1. Sebetulnya sih sy gak hate-hate bgt sm Monday mak, cuma krn agak susah niih yaa utk meminta izin si bungsu jagoan khusu hari senin, pasti dramanya jd lebih lama dr hari lainnya, karena biasanya selama weekend nempelll terus sm emaknya. Naah pas masuk kerja Maknya, drama-drama deh.
    tp memang mensetting pikiran jadi positive (meski tidak mudah) itu membantu banget .. dan mostly its working maak :)

    ReplyDelete
  2. hihihi..sebetulnya sama saja mak, anak saya juga agak susah kalau ditinggal kerja di hari senin. Yup, be positive terus memang kudu mak:)

    ReplyDelete