Friday, 14 March 2014

Gagal Fokus

Tingkat keberhasilan seseorang salah satunya ditentukan oleh satu kata, FOKUS. Baik ia seorang pelajar, mahasiswa, pedagang, pekerja, tua, muda, laki-laki maupun perempuan membutuhkan fokus pada target tertentu yang ingin dicapainya. Fokus berarti mengumpulkan segenap tenaga dan perhatian pada satu hal yang hendak dicapai targetnya.
Seseorang yang gagal fokus bisa juga dikatakan orang tersebut belum berhasil mengoptimalkan segala daya, upaya dan potensinya untuk mencapai target. Contohnya seorang pedagang yang tidak mencapai target penjualan. Bisa jadi, pedagang tersebut kurang maksimal dalam berdagang seperti kurangnya promosi, pelayanan yang tidak ramah, barang yang dijualnya tidak berkualitas, sediaan yang dimilikinya kurang lengkap, dll.
Dalam financial keluarga, gagal fokus bisa juga berarti pemborosan, kurangnya saving maupun investasi. Contohnya sebuah keluarga yang menargetkan untuk memiliki 100 gr Logam Mulia untuk biaya pendidikan anak. Maka untuk mencapai target tersebut, seorang ayah ataupun ibu bisa berperan sebagai financial planner yang menjaga agar target tersebut bisa dicapai sehingga pada hitungan waktu ke depan, 100 gr Logam Mulia segera dapat untuk dimiliki. Bagaimana caranya? Tentu bukan sesuatu yang mudah jika target yang diharapkan adalah 100 gr Logam Mulia. Seluruh anggota keluarga perlu mendukung tercapainya target ini. Identifikasi pos-pos pengeluaran sangat diperlukan. Skala prioritas atas pos-pos yang telah diidentifikasi tersebut juga perlu dibuat. Setelah ada prioritas, maka pos-pos pengeluaran yang prioritasnya berada di urutan paling bawah bisa dipangkas (jika memungkinkan). Jikalau tidak bisa dipangkas, usahakan penghematan yang maksimal. Jika seluruh anggota keluarga tidak mampu memiliki 100 gr Logam Mulia pada rentang waktu tertentu, bisa jadi keluarga tersebut gagal fokus. Barangkali keluarga tersebut lebih mengutamakan prestise daripada upaya penghematan, pos pengeluaran makan di luar lebih dominan, terlalu sering liburan ataupun foya-foya lainnya. Lain halnya jika telah terjadi sesuatu misalnya sakit pada salah satu anggota keluarga. Kalaupun yang terjadi adalah sebuah musibah seperti sakit misalnya, maka hal ini bisa ditoleransi bukan sebagai penyebab gagal fokus.  

2 comments:

  1. Huhu.... aku sering gagal fokus dalam finansial. Gara2 tergoda barang diskonan. TFS, Mak. :)

    ReplyDelete
  2. Rata-rata semua wanita begitu mak..sudah umum. Apalagi kalau barangnya menarik:)

    ReplyDelete