Wednesday, 16 April 2014

Mau Sembuh Dari TB? Obat TB Gratis Kok!


Setelah kita cukup memahami apa itu penyakit TB, gejala, dan bagaimana cara penularannya seperti pada tulisan Yuk, Temukan dan SembuhkanPenderita TB!, marilah kita bicarakan tentang obat TB itu. Yuk, ah! Barangkali belum banyak orang yang mengetahui bahwa penyakit TB itu bisa disembuhkan dan bahkan obatnya gratis alias tersedia tidak untuk dijual di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. Ya, kita dan lebih banyak dari kita harus tahu dan turut menyebarkan info ini agar lebih banyak juga pasien TB yang bisa disembuhkan!

Pemerintah memang gencar memberantas TB. Strategi handal pun diupayakan seperti DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). DOTS terdiri dari 5 komponen, yaitu komitmen pemerintah untuk mempertahankan control terhadap TB; deteksi kasus TB di antara orang-orang yang memiliki gejala-gejala melalui pemeriksaan dahak; pengobatan teratur selama 6-8 bulan yang diawasi; persediaan obat TB yang rutin dan tidak terputus; dan sistem laporan untuk monitoring dan evaluasi perkembangan pengobatan dan program. Perlu diketahui juga, banyak pusat kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit (pemerintah dan swasta) dan Balai Pengobatan Penyakit Paru Paru (BP4) telah banyak yang menerapkan strategi DOTS ini. So, tidak usah khawatir karena bingung mau berobat di mana:)

Harus ingat apa saja gejala TB itu soal wajib yaa...Pasalnya kita kan harus mengenali dulu gejalanya, barulah bisa membawa pasien TB berobat. Sekedar pengingat, gejala TB secara umum  diantaranya batuk berkelanjutan yang disertai dahak selama lebih dari dua pekan (bahkan sampai keluar darah), mengalami sesak nafas dan nyeri di dada. demam, berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas, badan lemah dan lesu serta nafsu makan menurun yang berakibat pada penurunan berat badan.
Setelah gejala TB ditemukan, bagaimana kita memastikan seseorang menderita TB?
Baiklah, kita mulai per jenis pasien TB ya!
Untuk pasien TB paru dewasa, lakukan pemeriksaan dahak sebanyak 3x (SPS), yaitu sewaktu kunjungan pertama (S=Sewaktu), lalu pada hari kedua yaitu dahak diambil pada saat bangun tidur pagi sebelum makan dan minum (P=Pagi), dan yang ketiga yaitu dahak diambil lagi sewaktu mengantar dahak pagi (S=Sewaktu).
sumber gambar: www.tbindonesia.or.id

Untuk pasien TB ekstra paru, gejala tergantung organ yang diserang. Pemeriksaan lebih lanjutnya ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala itu.
Untuk pasien TB anak, penentuannya dilakukan oleh dokter dengan menggunakan sistem scoring (penilaian).
Setelah kepastian diperoleh, lalu pengobatan bisa segera dimulai. O iya, masih gratis ya sejak awal diagnosa tadi sampai sembuh. Yang gratis-gratis tuh sayang kalau tidak diingat-ingat..hehehe.. Sebagian besar, obat TB yang diberikan ke pasien sudah dalam bentuk tablet kombinasi atau fix dose combination yang berisi kombinasi obat INH, Rimfapisin, Pirazinamid dan Entambutol. Jadi tidak perlu menelan beberapa obat, karena sudah dalam paket hemat eh tablet:)

 Ada dua jenis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yaitu OAT lini pertama kategori ke-1 dan kategori ke-2. Pengobatan TB Dewasa kategori ke-1 berlangsung selama 6-8 bulan yang terbagi pada tahap awal dan tahap lanjutan, Pada tahap awal, obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan. Sedangkan pada tahap lanjutan, obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan.
 
Sumber gambar: www.tbindonesia.or.id
Pada pengobatan TB Dewasa kategori ke-2 berlangsung selama 8 bulan dan terbagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Pada tahap awal, obat diminum setiap hari selama 3 bulan ditambah suntikan streptomisin setiap hari selama 2 bulan. Sedangkan pada tahap lanjutan, obat diminum 3 kali seminggu selama 5 bulan. 
 
Sumber gambar: www.tbindonesia.or.id
Untuk pengobatan TB anak, obat diminum selama 6 bulan yang terbagi dalam dua tahap. Pada tahap awal, menggunakan kombipak anak A dan diminum setiap hari selama 2 bulan. Kalau tahap lanjutannya, menggunakan kombipak B dan diminum setiap hari selama 4 bulan.
 
Sumber gambar: www.tbindonesia.or.id
O iya, meski gratis dan bisa menyembuhkan, bukan berarti OAT ini bebas efek samping lho yaa.. Ada efek samping OAT yang harus diperhatikan. Efek samping yang ringan meliputi warna kemerahan pada urin, mual, sakit perut, nyeri sendi dan kesemutan sampai dengan rasa terbakar di kaki. Terus, efek samping yang beratnya ini nih: gatal dan kemerahan pada kulit, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, kuning pada mata/kulit, gelisah, dan muntah-muntah. Serem yaa?? Iya, meski serem harus terus minum obat secara lengkap dan teratur selama rentang waktu yang telah ditentukan agar tidak terjadi TB-MDR (Tuberkulosis Multi Drug Resistant) atau yang lebih dikenal kebal obat. TB-MDR ini lebih sulit dan lebih lama pengobatannya lho! Butuh 2 tahun untuk menyembuhkan pasien yang telah terkena TB-MDR. Jadi meski tubuh sudah merasa baikan, jangan berhenti minum OAT ya. Ingat, harus lengkap dan disiplin selama rentang waktu tertentu.
Manusia memang tempatnya lupa. Termasuk pasien TB. Untuk itu, diperlukan PMO (Pengawas Menelan Obat) bagi setiap pasien TB. PMO ini bertugas mengawasi dan memastikan pasien TB meminum obat secara lengkap dan disiplin. Tentu saja agar pasien TB sembuh, bukan malah terkena TB-MDR. 
 
Sumber gambar: www.tbindonesia.or.id
Siapa saja yang bisa jadi PMO? Setiap orang asalkan sehat jasmani dan rohani, bisa baca tulis, bersedia membantu pasien secara sukarela, tinggal dekat dengan pasien, dipercaya dan disegani pasien, disetujui oleh pasien dan petugas kesehatan, serta bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien.
Nah tunggu apalagi? Pasien TB harus sembuh, karena obat TB gratis dan sudah terintegrasi dalam strategi yang handal.

Sumber: www.depkes.go.id ;  www.tbindonesia.or.id

8 comments:

  1. Butuh ketelatenan & semangat luar biasa untuk sembuh. Semoga Indonesia segara bebas TB :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mak. Terima kasih kunjungannya:)

      Delete
  2. kereen mak good luck aku juga ikutan

    ReplyDelete
    Replies
    1. siipp.. terima kasih kunjungannya, mak:)

      Delete
  3. obatnya udah gratis. Tinggal pasiennya yang harus disiplin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tinggal pasiennya yang harus disiplin. Terima kasih sudah berkunjung:)

      Delete
  4. apel malam sabtu mak erlin...:)

    ReplyDelete