Thursday, 15 May 2014

Pensiun dengan BNI Simponi


Raga tak selamanya kuat bekerja. Demikian pula jiwa, tak selamanya mendukung raga untuk bekerja. Sementara, laju inflasi tak dapat dinyana. Daya beli semakin hari semakin menurun meskipun uang di tangan cenderung naik jumlahnya. Belum lagi, persoalan devaluasi yang tak kunjung habisnya. Diam-diam, inflasi dan devaluasi telah memporak-porandakan kekayaan seseorang. Perekonomian secara global menunjukkan grafik yang cukup fluktuatif. Bertahan dalam pilihan investasi yang tepat adalah sebuah keharusan untuk dilakukan.
Saat-saat jiwa dan raga tak lagi bisa bekerja itulah yang banyak dikenal dengan istilah pensiun. Bagi sebagian orang, pensiun adalah keadaan yang cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, semakin hari kebutuhan hidup semakin mahal tetapi pemasukan mengecil karena masuk masa pensiun. Sebagai manusia yang dikaruniai kecerdasan, tentu kita tak akan tinggal diam menunggu masa pensiun. Kecukupan finansial kita sekarang seyogyanya dikapitalisasikan untuk berinvestasi menyambut masa pensiun yang konon nilai uang malah semakin mengecil akibat laju inflasi.
 
Jumlah dan nilai uang adalah sesuatu yang harus dijaga (Dok. Pribadi).
Bagi seorang PNS, mungkin sudah ada uang pensiun dari pemerintah. Tetapi bagi non PNS, masalah pensiun tentu butuh perencanaan tersendiri. Ide bagus juga apabila merencanakan pensiun dengan didampingi seorang financial planner. Tak perlu repot menimbang-nimbang ide, cukup mengikuti saran financial planner saja dengan penuh kedisiplinan.
Ada banyak pilihan investasi untuk menyambut masa pensiun. Ada investasi di bidang property, reksadana, logam mulia, deposito dan lain-lain. Di antara berbagai pilihan investasi tersebut manakah yang terbaik? Semua tergantung keadaan masing-masing, tetapi intinya investasi yang baik yaitu investasi yang terus bertumbuh dan pertumbuhannya berada di atas laju inflasi. Contohnya investasi sebidang tanah yang saat berinvestasi dibeli seharga Rp.500.000.000,00. Tujuh tahun kemudian tanah tersebut harga pasarnya Rp.1.000.000.000,00. Laju inflasinya sebesar 4%. Maka bisa dikatakan investasi tersebut cukup baik karena harga pasar tanah mampu melampaui laju inflasi.  Contoh sebaliknya jika pada saat berinvestasi membeli 10.000 lembar saham seharga Rp.30.000,00 per lembar saham. Tiga tahun kemudian, karena keadaan perusahaan, harga saham menjadi turun menjadi Rp.20.000,00 perlembar saham. Padahal, selama masa kepemilikan saham tersebut telah terjadi laju inflasi sebesar 1%. Maka bisa dikatakan investasi tersebut tidak baik.
Kalau saya pribadi, lebih memilih investasi di bidang property. Investasi jenis ini termasuk investasi yang minim risiko tetapi cukup menggiurkan hasilnya. Beberapa waktu yang lalu saya telah membahas investasi property ini di sini, di sini dan di sini.
 
Property adalah salah satu pilihan investasi (Dok.Pribadi).
Jadi, apakah semua orang harus mengikuti saya untuk berinvestasi di bidang property? Jawaban saya, tidak! Kalau toh semua orang akan memaksakan diri berinvestasi di bidang property, apalagi memaksakan diri melalui mekanisme kredit, maka tunggulah bubble property yang akan terjadi di masa yang akan datang. Bubble property ditandai dengan naiknya harga-harga property akibat tingginya permintaan pasar dan spekulasi. Pada titik tertentu akan terjadi kelebihan pasokan rumah yang berakibat penurunan harga property secara tajam. Penurunan secara tajam inilah yang berakibat terjadinya resesi ekonomi, yang secara global berdampak fatal.
Melihat kenyataan akan pentingnya dana pensiun yang mencukupi, BNI hadir memberikan solusi melalui salah satu produk unggulannya yaitu BNI Simponi. BNI Simponi adalah layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLK BNI) sejak tahun 1994 berdasarkan UU No 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Siapapun dan berapapun penghasilan Anda, asalkan datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan membawa fotocopy KTP dan mengisi aplikasi sesuai dengan identitas diri serta menyetor iuran awal minimal sebesar Rp 250.000, maka Anda bisa langsung menjadi peserta BNI Simponi. Setelahnya, dengan iuran minimal Rp.50.000,00 per bulan maka Anda akan mendapatkan pengembangan dana yang optimal. Manfaat pensiun bulanan seumur hidup (dan jika Anda telah tiada, akan diteruskan kepada ahli waris Anda dengan ketentuan yang berlaku), akan Anda peroleh setelah Anda memasuki masa pensiun nanti. 
 
Gambar dari sini
Adapun besarnya hasil pengembangan yang diberikan tergantung suku bunga dan paket investasi yang dipilih. Beberapa paket investasi yang ditawarkan oleh BNI Simponi diantaranya: 1).75% (Deposito dan/atau Pasar Uang), 25% (Obligasi). 2).50% (Deposito dan/atau Pasar Uang), 50% (Obligasi). 3).100% (Deposito dan/atau Pasar Uang). 4).100% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah). 5).50% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah) dan 50% (RD Syariah). 6).50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Reksadana dan/atau Saham). 7). 50%   (Obligasi); 50% (Reksadana dan/atau Saham). 
Kenapa harus BNI Simponi? Jelas, karena BNI Simponi mempunyai banyak manfaat dan benefit. Manfaat BNI Simponi tergantung jenis pensiunnya, diantaranya yaitu: 1.Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.2.Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan. 3.Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya. 4. Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.
Sedangkan benefit BNI Simponi yaitu: Pertama, iuran dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam jumlah iuran maupun frekuensi iuran. Kedua, dalam masa kepesertaan dana peserta tidak akan dikenakan pajak. Iuran yang disetorkan maupun pengembangan yang diperoleh mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan. Ketiga, arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta sesuai dengan paket investasi yang disediakan. Keempat, dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.
Mengingat jangka waktunya yang lama, kadang timbul kekhawatiran, jangan-jangan nanti pencairan dana BNI Simponi ini dipersulit. Tenang, Customer Service BNI yang ramah akan melayani Anda sehingga urusan Anda lebih mudah asalkan Anda membawa syarat-syarat seperti yang tersaji pada gambar berikut:
 
Sumber: www.bni.co.id
Jadi, segeralah datang ke Kantor Cabang BNI terdekat untuk mendaftar menjadi peserta BNI Simponi. Isilah form aplikasi yang disediakan Customer Service BNI dengan baik dan benar. Setelah itu, bayarlah setoran awal dan materai di teller yang telah ditunjuk. Selanjutnya Anda akan memperoleh Buku Simponi sebagai tanda bukti kepesertaan BNI Simponi.
 
Sumber: www.bni.co.id

Sumber: www.bni.co.id

Buku Simponi telah di tangan Anda. Lalu, bulan berikutnya Anda sudah bisa melakukan setoran iuran BNI Simponi. Setoran tersebut dapat dilakukan dengan cara tunai di seluruh Kantor Cabang BNI, transfer dari bank lain, melalui fasilitas autodebet dari rekening tabungan atau giro BNI dan dengan melalui layanan fasilitas phone banking BNI.  Nah, mudah bukan? Anda juga tidak perlu khawatir lagi karena Anda bisa kapan saja mengetahui jumlah dana Anda melalui print out Buku Simponi. Jadi, sejak muda mempersiapkan dana pensiun? Ayo ajaaa!!!

Sumber:  http://bit.ly/BNI_Simponi


 Artikel Ini Diikutsertakan dalam BNI Blogging Competition

http://www.bni.co.id/id-id/bnipromo/bnipromo8.aspx

27 comments:

  1. saya PNS tapi tetep buka tabungan BNI Simponi mak:) mohon kunjungan balik ya mak trims^^ http://supertayo.blogspot.com/2014/05/berinvestasi-di-usia-muda-demi-masa.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB

      Delete
  2. ikutan BNI SImponi juga mak? (y) saya juga nyoba itung2 buat masa depan.. sukses ya lombanya ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru punya Taplus, mak. Mo daftar kok penuh BNInya kemarin. Terjangkau n menarik soalnya:)

      Delete
  3. Sukses lombanya Mak. Saya malah belum mikirin biaya pensiun nih. Masih agak hati-hati milih mau investasi gimana kedepannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak:) iya, mak. hati-hati emang kudu:)

      Delete
  4. wah jadi mulai berpikir utk berinvestasi neeh hhe...
    makasih infonya mak :)

    ReplyDelete
  5. Harus di rencanakan untuk menyusun keuangan di masa tua ya Mba. Sukses lombanya Mba.

    Salam

    ReplyDelete
  6. Iya, benar, Pak. Terima ksh sudah berkunjung.. salam^^

    ReplyDelete
  7. suskes mak lombanya....aku absent deh

    ReplyDelete
  8. Salam kenal Mak, saya juga sudah punya BNI Simponi dong :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga. Terima ksh atas kunjungannya:)

      Delete
  9. duh duit yg setemplok itu ga kuku deh...dana pensiun emang penting ya mak :)

    ReplyDelete
  10. Menarik,.. tapi uang bulanan dah terdistribusi dengan baik ke segala bidang mbak alias kagak ada lagi buat tabungan pensiun. Punya tips nggak sukses cari modal buat investasi? he he :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau cari modal kan ibarat ngumpulin uang juga ya mb..hehe,, kalau saya di luar gaji bulanan suka cari sampingan kaya jualan tiket, oriflame, dll.. laba dari jualan langsung disisihkan. Kalau dah cukup, buat beli barang investasi yg paling terjangkau dulu misalnya emas batangan. Sebatang demi sebatang dibeli. Kala dirasa cukup, nantinya dijual untuk beli rumah, Nggak harus rumah besar (krn klo besar susah disewakan), cari ukuran+lokasi rumah yg paling sesuai budget n laku disewa. Kalau sudah ada yg nyewa, jadinya income qt tambah dari hasil sewa. Tapi jualan tetep lanjuutt..:))

      Delete
    2. itu pengalaman saya aja mb.. sdh saya buktikan. Jd tdk perlu kpr pun bisa. Tapi saya yakin di luar sana masih banyak sharing yg lebih baik:))

      Delete
  11. Menarik sekali infonya.
    Sukses lombanya, mak... :) Maaf ya baru sempat berkunjung..

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete