Tuesday, 24 June 2014

Arisan RT yang Batal

Saya teringat kisah arisan RT teman saya beberapa bulan yang lalu. Begini ceritanya, pada hari yang telah ditentukan, teman saya mau ketempatan arisan RT. Agar tidak repot di hari-h, teman saya jauh-jauh hari sudah pesan ini dan itu segala ubo rampe arisan. Tinggallah teman saya santai-santai saja menikmati hari menuju hari-h. Tapi menjelang hari-h, tepatnya kurang dari 24 jam acara arisan RT akan dilaksanakan, teman saya di-sms Bu RT bahwa arisan diundur minggu depan karena Bu RT tidak bisa hadir. Sontak teman saya kaget. Yang harusnya santai jadi gelagepan nelpon sana-sini untuk me-reschedule pesanannya. Karena sudah mepet, sebagian pesanan bisa dialihkan untuk minggu depan. Tetapi, sebagian juga harus dibayar dan diambil sesuai tanggal pesanan yang disepakati. Waks, teman saya jadi panen makanan. Tetapi, teman saya tidak ambil pusing akan hal itu. Makanan yang sudah terlanjur ada, dia bagi-bagikan ke orang-orang yang dikenalnya. Hitung-hitung berbagi dan mempererat silaturahmi.Singkat cerita, teman saya malah semakin banyak memperoleh teman.

Cerita teman saya di atas, barangkali sudah sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Bermacam-macam konteksnya. Tetapi, intinya satu, pembatalan sepihak dan mendadak. Well, kalau mau dihitung secara financial, tentu saja hitungannya jadi lebih banyak mengeluarkan uang. Dan juga, telah terlanjur mengeluarkan waktu dan tenaga untuk memesan ini dan itu.Tunggu dulu! Apa betul sudah terlanjur mengeluarkan uang, waktu dan tenaga, tapi masih mau ditambah kecewa? Kecewa mungkin ada. Tapi daripada kecewanya meluas, bukankah lebih baik kalau mind set kita yang kita rubah? Contohnya seperti teman saya itu, hitung-hitung hari ini hari berbagi dan mempererat silaturahmi. Makin panjang rejeki akhirnya, bukan lagi kecewa. Kok bisa? Iya, silaturahmi kan memperpanjang rejeki. Lalu soal uang yang terlanjur keluar, itu kan pemborosan? Tidak juga, malah investasi dunia akhirat. Uang keluar untuk silaturahmi bukanlah sebuah pengeluaran konsumtif, tetapi merupakan suatu nilai investasi. Sepakat?
Lantas, bagaimana bisa terhindar dari pembatalan seperti teman saya? Poin pertama, pastikan acaranya. Konfirmasi pada pengurus jauh-jauh hari juga bisa jadi solusi. Misalnya, seandainya Bu RT tidak bisa hadir, apakah bisa diwakilkan atau mungkin alternatif lainnya. Poin kedua, setelah ada kepastian, menyiapkan acara lebih baik menjelang hari-h. Kalau catering langganan tidak sanggup menerima pesanan mendadak, ya sudah, cari catering lain yang enak tapi bisa melayani pesanan mendadak. Kalau tidak bisa dalam satu catering, tidak ada salahnya pesanan dibagi-bagi di beberapa catering.  Poin ketiga, tetap siapkan planning tambahan jika saja apa yang sudah direncanakan tidak bisa berjalan.
Selamat arisan!


14 comments:

  1. Arisan RT... Dasawisma... Istri saya ikutan tuh....

    ReplyDelete
  2. acara wajib para istri untuk menjalin silaturahmi, mas:)

    ReplyDelete
  3. Paling aman, persiapannya menjelang hari H ya, Mak

    ReplyDelete
  4. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya ya mak... arisan batal, bisa bagi2 makanan. Silahturahmi semakin terjaga ;) yakin deh, pasti ada gantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul-betul mak. Tergantung mind set, tidak ada sesuatu yang sia-sia:))

      Delete
  5. saya termasuk yang gak suka arisan, Mak.

    Karena seringkali kejadiannya melenceng. Niat awal bikin arisna kan supaya sering ketemuan, tapi lama-lama malah seringnya nitip uang arisan. Terutama yang udah dpt, sering nitip ketimbang hadirnya.

    Makanya sy males ikut arisan lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..iya mak. Keseringan pada nitip.. kadang ada juga yang datang pembantunya:)

      Delete
  6. Aku pernah jaman msh mahmud diperintah suami bikin mendoan banyak2 utk mendukung koperasi bu boss. Ceritanya mau dijual disitu, diisi bergiliran sama ibu2. Pas jadwalku, aku lupa nggak dicatat, jadi tidak dijemput sama sopir. Tempe mendoan bejibun didapur, akunya ngambek smp berhari-hari wkwkwkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk.. pasti bingung mak mao diapain mendoan bejibun itu, secara juga harus habis hari itu ya mak:)

      Delete
  7. rubah mindset.. setuju. daripada kecewa berkepanjangan anggap aja waktunya sadaqah dan mempererat tali silaturahmi ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul-betul, mak. Solusi terbaik ubah mindset:))

      Delete
  8. setujuuuu penting banget tuh merubah mindset ;)

    ReplyDelete