Tuesday, 17 June 2014

Injury Time

Tadi pagi saya bermaksud mengambil sejumlah uang di ATM. Sepanjang jalan dari rumah menuju kantor, saya melewati beberapa anjungan ATM. Ah, saya mau ambil uang di ATM terakhir terdekat dari kantor saja. Begitu pikir saya. Saya pun terus melajukan motor menuju kantor. Lalu tibalah saya di ATM paling dekat dengan kantor saya.

"Maaf, mbak. ATM-nya masih maintenance." kata petugas yang ada di ATM tersebut.
"O ya sudah, Pak." jawab saya.
Olala..akhirnya saya tidak jadi mengambil uang pagi-pagi. Padahal uang tersebut akan segera saya gunakan. Coba kalau saya tidak menggantungkan pada detik terakhir. Coba kalau saya prepare akan kemungkinan ATM maintenance sehingga saya mengambil uang di ATM pertama yang saya temui sepanjang jalan dari rumah ke kantor, tidak menundanya di ATM terakhir. Ah, lagi-lagi sebuah penyesalan datang setelah kejadian..itulah sisi-sisi manusiawi saya yang harus diubah.
Satu pelajaran saya petik pagi ini bahwa jangan pernah menunda sesuatu. Karena yang tertunda belum tentu bisa selesai akhirnya. Apalagi sesuatu yang dikerjakan pada injury time, tentu menjadikannya sangat tergesa-gesa. Tidak cantik sesuai prosesnya. Mentah dan premature pada hasil akhirnya. Lagi-lagi memang benar, sebuah penyelesaian yang baik tergantung dari planning dan prosesnya yang alami, bukan pada detik injury time.
Pada masalah apapun, haruslah segera diselesaikan ketika masih berskala kecil. Pengupayaan penyelesaian sedini mungkin sangat baik karena dosis terapi yang digunakan pun masih ringan. Ingat, penundaan penyelesaian itu seperti bom waktu, yang ketika masanya meledak, tentu membutuhkan dosis terapi yang tinggi. Bisa jadi, dosis yang tinggi itu membahayakan diri kita dan orang-orang sekitar.
Semua orang tidak ada yang menginginkan ledakan bom dari sebuah masalah. Semua orang mau menjinakkan bom waktu itu. Tentu saja yang terbaik menjinakkan adalah saat-saat yang masih jauh dari injury time sehingga masih bisa mengupayakan proses terbaik dalam penyelesaian. 

Tulisan ini terutama didedikasikan untuk saya sendiri, untuk orang-orang sekitar saya dan untuk siapapun yang berkenan membacanya. Semoga, apapun itu, jangan sampai diselesaikan pada injury time.

4 comments:

  1. Perlu adanya persiapan yang matang. Slow aja mbak.

    ReplyDelete
  2. sepakat mak, saya kadang juga mengalami yang serupa. makasih sharingnya lima menit

    ReplyDelete
  3. hehe..trima kasih banyak juga, mak:)

    ReplyDelete