Friday, 4 July 2014

Air yang Layak Dikonsumsi


Setelah lahir dan besar di kota Gudeg, kini sampailah episode kehidupanku di Tanjungpinang Pulau Bintan. Aku harus menerima keadaan untuk tinggal di pulau yang kaya sumber daya alam berupa bauksit ini. Mendampingi suami yang kebetulan sedang penempatan di kota Tanjungpinang, mengharuskanku untuk sedikit beradaptasi. Terlebih bersamaku, ada seorang anak balita buah hati kami yang selalu mewarnai hari-hari. Adaptasi yang menurutku sangat vital adalah masalah air. Di kota Jogja, aku selalu menemui air yang sangat jernih. Apalagi aku tinggal tak jauh dari lereng gunung Merapi.Tetapi, sekarang aku tinggal di pulau yang tanahnya mengandung bauksit. Tak mengherankan jika masih saja menemukan sumur bermata air yang keruh. Awal mula kami tinggal di kota Tanjungpinang, kami mengontrak sebuah rumah. Sungguh perjuangan adaptasi yang harus diuji, air rumah kontrakanku berwarna keruh dan agak berbau logam. Otomatis, aku terpaksa membeli air galon untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan sehari-hari. Air sumur yang keruh itu hanya kugunakan untuk mandi dan mencuci. Awalnya terasa gatal, tetapi lama-lama terbiasa juga. 
Tidak mau terus bertahan dengan sumur keruh, akhirnya aku dan suamiku mencoba mencari tempat tinggal baru. Mungkin inilah buah kesabaranku menggunakan air keruh, akhirnya aku berhasil memiliki tempat tinggal baru dengan air sumur yang banyak dan jernih.
Air adalah sumber kehidupan. Air yang berkualitas juga menentukan kualitas kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu memang sudah selayaknya umat manusia menjaga kuantitas dan kualitas air tersebut. Salah satu upaya umat manusia untuk menjaga air adalah dengan menjaga keberadaan hutan. Oleh karena itu, upaya reklamasi hutan wajib dilakukan utamanya oleh para pengusaha tambang. Di pulau Bintan tempat tinggalku sekarang, penambangan bauksit banyak dilakukan. Akibatnya, kondisi airnya pun pada musim kemarau acapkali mengalami kekeringan. Masalah air bukan lagi masalah air yang keruh, tetapi juga air yang langka karena musim kemarau. 
Lahan pasca penambangan bauksit (Dokumentasi pribadi)


 
Reklamasi hutan pasca penambangan adalah sebuah kewajiban yang harus ditegakkan. Pembibitan pohon sebagai cikal bakal hutan harus terus diupayakan jika memang menginginkan air selalu terjaga.
Pembibitan Pohon (Dokumentasi pribadi)
 
Air yang banyak bukan jaminan hidup yang layak. Karena air yang banyak tidak layak dikonsumsi jika air tersebut tidak memenuhi standar air minum yang disarankan baik oleh WHO maupun pemerintah Indonesia. 
Air yang banyak belum tentu layak dikonsumsi (Dokumentasi pribadi)
 
Menurut WHO dan Permenkes no.492/MENKES/PES/IV/2010, air dianggap layak dikonsumsi apabila memenuhi baik syarat fisik, mikrobiologis, kimiawi maupun radioaktif. Secara fisik, air yang layak dikonsumsi adalah air yang jernih (tidak berwarna), tidak berbau, dan rasa alami. Secara biologis, air yang layak dikonsumsi adalah air yang tidak mengandung kuman berbahaya seperti bakteri Escherichia Coli dan Coliform. Secara kimiawi, air yang layak dikonsumsi harus memenuhi lima syarat: Pertama, TDS < 500. Total Dissolved Solid atau kandungan mineral yang terlarut di dalam air lebih kecil dari 500. Tubuh kita memang memerlukan mineral yang berguna, tetapi kadarnya tidak boleh melebihi batas yang telah diatur oleh pemerintah. Kedua, pH 6,5-8,5. Kadar keasaman air 6,5 sampai 8,5 adalah kadar keasaman air yang baik. Ketiga, bebas zat kimia beracun. Keempat, tidak mengandung logam berat. Kelima, tidak mengandung pestisida. Secara radiologi, air yang layak dikonsumsi adalah air yang tidak mengandung bahan radioaktif.
Menilik persyaratan air yang layak dikonsumsi di atas, tentu jenis air sumur pada kontrakan pertamaku di Tanjungpinang termasuk dalam kategori air yang tidak layak dikonsumsi. Untungnya setelah aku pindah rumah, aku menemukan sumur air yang airnya banyak dan jernih. Tetapi kepuasanku akan airku sekarang tidaklah sampai di sini. Sepertinya aku membutuhkan kehadiran Pureit untuk mengubah airku menjadi air minum yang layak dikonsumsi. Meskipun air sumurku jernih, namun tidak menutup kemungkinan air tersebut layak dikonsumsi karena bisa jadi mengandung garam ataupun mineral yang cukup tinggi sebagai akibat dari pengaruh batuan di bawah tanah yang dilewati oleh air tersebut.
Pureit hadir dalam dua varian, yaitu Pureit Classic dan Pureit Marvella. Kedua varian tersebut dapat menjadi andalanku untuk mengubah air sumur biasa menjadi air yang layak dikonsumsi.
Kehadiran Pureit Classic mampu membuat air yang aman karena Pureit bekerja dengan teknologi canggih 4 tahap pemurnian air "Teknologi Germkill". Adapun 4 tahap pemurnian tersebut diantaranya: Pertama, saringan serat mikro untuk menghilangkan kotoran. Kedua, filter karbon aktif untuk menghilangkan parasit dan pestisida berbahaya. Ketiga, prosesor pembunuh kuman dengan "programmed disinfection technology" yang menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat. Keempat, penjernih untuk membuat air jernih tidak berbau dengan rasa yang alami.
Melihat teknologi yang diterapkan pada Pureit Classic, bisa dikatakan Pureit Classic mempunyai banyak keuntungan. Adapun keuntungan tersebut diantaranya adalah Pureit itu mudah digunakan, praktis dan harganya terjangkau untuk memperoleh air minum yang layak dikonsumsi. Selain itu, Pureit Classic tidak memerlukan sambungan dengan keran, mempunyai kapasitas wadah atas 9 liter dan wadah transparan 9 liter, tidak menggunakan listrik maupun gas. Jadi, dengan kata lain Pureit Classic adalah produk ekonomis yang cukup handal.

Pureit Classic (Sumber: www. pureitwater.com)
Teknologi pemurni air dengan UV pada Pureit Marvella tentu dapat diandalkan untuk mengubah airku menjadi air yang benar-benar layak minum. Selain itu, air yang dihasilkan oleh Pureit Marvella terlindungi dari kuman berbahaya karena telah memenuhi kriteria ketat EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat dan juga telah teruji secara klinis di Scottish Parasite Diagnostic Laboratory Glasgow Inggris, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Unilever Laboratory. Keunggulan lainnya, Pureit Marvella juga nyaman digunakan karena terhubung langsung ke pipa air dengan sistem autofill sehingga sangat praktis tanpa memerlukan pengisian ulang.

Pureit Marvella (Sumber: www.pureitwater.com)

Bagaimana aku bisa yakin jika Pureit Marvella memang benar-benar bisa kuandalkan? Jawabannya karena Pureit Marvella bekerja melalui 4 tahap pemurnian yaitu filter sedimen, filter karbon aktif, filter sedimen plus, dan sinar UV intensitas tinggi. Pertama, airku, oleh Pureit Marvella akan dihilangkan kotorannya pada tahap filter sedimen. Kemudian parasit, pestisida, klorin, rasa dan bau pada airku akan dihilangkan pada tahap kedua yaitu filter karbon aktif. Pada tahap ketiga, yaitu filter sedimen plus, partikel karbon dan sisa kotoran yang ada di airku akan dihilangkan. Terakhir, yaitu tahap keempat, dengan sinar UV intensitas tinggi, kuman, bakteri dan parasit berbahaya yang ada di airku akan dihilangkan.

4 Tahap Pemurnian (Sumber: www.pureitwater.com)

Air adalah kebutuhan vital manusia. Pureit adalah teknologi yang sangat berguna untuk mengubah air biasa menjadi air minum yang layak dikonsumsi. Karenanya, kehadiran pureit dan air memang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pureit Bekerjasama dengan BLOGdetik

Sumber:
www.kelair.bppt.go.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Air_bersih
http://forumhijau.com




No comments:

Post a Comment