Thursday, 28 August 2014

Kangen

Bagi seorang pecinta, rasa kangen itu ada dalam kehidupan nyata. Rasa ingin bertemu yang membuncah begitu mengusik rasa. Pun saya, yang beberapa waktu yang lalu sempat berpisah dengan anak saya yang (maunya) tinggal di Jogja. Kangen tak terperi. Rupanya melepas rindu via telepon pun tidak cukup bagi saya. Saya ingin mengecup dan memeluknya setiap hari. Inilah mungkin yang dirasakan para pecinta, kangen.
Mata saya sering berkaca-kaca manakala melihat kemesraan seorang ibu dengan anaknya. Perasaan kangen yang tiba-tiba hadir membuat dada saya sesak. Barangkali inilah yang dirasakan para ibu saat berpisah dengan anaknya.
Hari-hari sebelumnya, saat ada anak di samping saya, rasanya semua berjalan biasa saja. Rasa cinta itu ada, tetapi tidak terasa ada. Semua berjalan tenang tanpa ada rasa kangen yang mengusik hari. Kenakalan kanak-kanak seolah hanya variasi hidup yang terkadang menyulut emosi. Semua stock syrup di kulkas yang dituang ke dalam satu wadah, layar televisi yang ditembak dengan pistol air mainan hingga rusak, sabun dan shampoo di kamar mandi dituang semua ke dalam bak mandi adalah cerita kenakalan kanak-kanak yang saya hadapi hari demi hari. Belum lagi ketika pagi-pagi anak saya "susah" diajak pergi sekolah, suami saya sedang bertugas di luar kota dan saya harus datang pagi untuk membuka pintu kantor. Wah, semuanya benar-benar menguji kesabaran, komitmen dan tanggung jawab.
Saat anak saya nun jauh di Jogja, rasanya hidup berjalan tenang tetapi hambar. Rupanya saya merindukan kenakalan kanak-kanak anak saya. Hidup terasa sepi tanpa anak. Kasih sayang terhadap anak butuh saya curahkan. Saya kangen karena saya mencintainya.Mungkin inilah hal yang bisa membuat saya terbang ke Jogja dan berada di Jogja kurang dari 24 jam lalu kembali ke perantauan berdua dengan anak saya. Mungkin inilah jawaban atas pertanyaan orang-orang bahwa dalam kurun waktu itu  telah menyedot dana hampir lima juta hanya demi membawa anak saya. Iya, cinta tidak mengenal angka dan logika.
Cinta tak terasa ketika ia ada di depan mata. Begitu ianya hilang dari pandangan, barulah terasa cinta itu seperti sayap yang terluka..
Kadangkala kita merasakan arti kehadiran seseorang adalah pada saat ia berada jauh dari pandangan kita..
Ketika jarak dan waktu belum memisahkan, yang terbaik ialah mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hati.

6 comments:

  1. cinta memang tak mengenal logika kaya lagu agnes semoga rasa rindunya cepat terobati

    ReplyDelete
  2. terima kasih sudah berkunjung, mak:)

    ReplyDelete
  3. setuju banget mbak erlina saat jauh baru terasa berati hehe.. oya mbak kalau balas komentar klik aja tulisan balas baru komen disitu jadi ga buat komentar baru lagi .. orangnya ga tau kalau dibalas kalau gt ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..trima kasih atas masukannya, mbak.. msh blajar nih..hihi..:)

      Delete
  4. cinta ga kenal matematika ya mba :)
    saya jg suka kangen meski anak cuma jauh sekilo dari saya demikian jg neneknya hiks

    ReplyDelete