Sunday, 31 August 2014

Mimpiku Punya Rumah Luas Lengkap dengan Kebunnya



Rasanya setiap orang yang hidup di dunia ini mempunyai mimpi. Termasuk saya sendiri juga mempunyai mimpi. Mimpi saya cukup sederhana dan seperti mimpi orang kebanyakan, yaitu mempunyai rumah yang luas lengkap dengan kebunnya. Ah, tapi ini benar-benar baru sebatas mimpi. Belum ada tanda-tanda terwujud sama sekali. Tetapi, justru dengan mimpi itu saya menjadi semakin semangat bekerja dan berbagi dari hari ke hari. Meski baru sebatas mimpi, untungnya saya menemukan Event Blog Kontes Mengejar Mimpi. Paling tidak, dengan kontes ini saya berkesempatan menuliskan mimpi saya. Siapa tahu setelah saya tulis, banyak yang membacanya.  Setelah membaca, barangkali banyak yang mengaminkan dan akhirnya mimpi saya jadi cepat terwujud. Semoga! Tunggu apa lagi, yuk berpartisipasi dalam Event Blog Kontes Mengejar Mimpi.
Gambar dari sini
Punya mimpi berarti punya detail dari mimpi tersebut. Setiap detailnya, perlahan-lahan diurai untuk bisa dicapai. Mimpi besar saya mempunyai rumah luas yang lengkap dengan kebunnya. Rumah yang luas itu, rencananya akan saya optimalisasikan fungsinya bagi keluarga saya dan masyarakat sekitar. Saya ingin di rumah besar saya, saya bisa bercengkrama dengan keluarga dan masyarakat. Rumah itu akan berdiri di lahan seluas 3600 m². Lahan tersebut berada di pinggir jalan dan merupakan lahan yang subur oleh tanah Gunung Merapi. Rumah itu akan saya bangun dengan luas 300 m². Di dalam bangunan rumah itu ada ruang-ruang dan kamar seperti kamar tidur utama, kamar tidur anak, kamar tidur tamu, kamar tidur pekerja, kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, dapur yang luas, ruang makan, musholla, perpustakaan, garasi, dan aula yang multi fungsi. Sisa lahan yang ada, rencananya akan saya buat rumah yang lebih kecil, kebun buah dan sayur yang ditata sedemikian rupa sehingga hemat tempat. Kebun buah dan sayur tersebut akan saya kelola bersama beberapa orang yang memang membutuhkan pekerjaan. Orang-orang yang bekerja tersebut masing-masing saya sediakan satu rumah sebagai tempat tinggal mereka beserta keluarganya.
Gambar dari sini
Saya berharap, kebun buah dan sayur tersebut tumbuh subur sehingga saya bisa mengelolanya secara maksimal. Setiap musim panen, saya ingin berbagi dengan orang yang tidak mampu di sekitar saya dengan mengadakan festival panenan. Saya bersama orang-orang yang bekerja di rumah saya akan memanen hasil kebun buah dan sayur. Lalu, saya akan memberi undangan kepada orang-orang yang tidak mampu untuk menikmati sebagian hasil kebun bersama-sama. Saya yakin, festival panenan itu akan berjalan indah dan melahirkan kebahagiaan. Bukankah berbagi itu indah dan membahagiakan? 
Gambar dari sini
Apakah mimpi saya hanya menyoal materi? Tidak. Mimpi saya cukup terintegrasi. Setiap pekan, saya mengadakan kegiatan pengajian di aula rumah saya. Para penceramah yang ramah akan saya undang untuk mengisi pengajian yang diikuti oleh keluarga, pekerja dan orang-orang di sekitar tempat tinggal saya. Pun yang rumahnya jauh, juga boleh mengikutinya. Siapapun boleh datang ke rumah saya untuk menimba ilmu agama.
Melihat uraian saya di atas, sepertinya mimpi saya berbiaya besar. Tetapi saya percaya bahwa Tuhan Yang Maha Kaya akan memampukan saya melalui jalan yang tidak disangka-sangka asalkan saya selalu bekerja dan dekat dengan-Nya. Juga untuk operasional mimpi saya yang cukup besar nantinya, cukupkah hanya dengan berkebun sayur dan buah saya bisa menanggung operasional mimpi saya? Jika saya tidak kreatif, tentu saja jawabannya tidak bisa. Ya, saya harus kreatif, tidak boleh menjual hasil kebun begitu saja. Saya harus memberikan nilai tambah pada hasil kebun saya, barulah saya jual. Contohnya buah pepaya. Jika saya langsung menjualnya berupa buah pepaya tentu harganya tidak seberapa. Saya seharusnya memberikan nilai tambah pada pepaya tersebut, misalnya pepaya tersebut saya olah menjadi manisan pepaya. Tentu saja harga manisan pepaya lebih mahal daripada harga buah pepaya yang langsung saya jual. Di samping itu, proses pengolahan pepaya tersebut akan menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Jadi, agar harga jual hasil kebun saya mahal, maka saya harus mendirikan pabrik pengolahannya? Ah, tidak juga. Melalui home industry pun rasanya sudah cukup bisa untuk mengolah hasil kebun langsung menjadi aneka produk olahan. Istilah ekonominya, berproduksi untuk mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Proses yang dilalui dari bahan mentah menjadi barang jadi itulah yang diharapkan akan menyerap tenaga kerja.
Ah, indahnya membayangkan mimpi saya bisa menjadi kenyataan. Rasanya saya bisa menjadi manusia seutuhnya karena bisa menikmati mimpi saya secara bersama-sama. Bukan bagi saya saja manfaatnya, tetapi bermanfaat bagi sesama manusia dan lingkungan alam.




http://mimpiproperti.com/

13 comments:

  1. Semoga segwra terwujud mimpinya.amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. Terima ksh doanya, mak:)

      Delete
    2. Sama banget mbak aku juga pengen punya kebun di depan ataupun belakang rumah. Rumahnya kecil aja tapi banyak pekarangannya gitu hehe biar adem

      Delete
    3. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB

      Delete
  2. taman susunnya pake paralon inspiratif tuh....
    :)

    ReplyDelete
  3. indah banget kalo rumah dengan kebun yg luas mak,,,

    ReplyDelete
  4. Wah telat baca nih posting tentang mimpi rumah luas, moga menang kontesnya yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah pengumuman, mbak. Dan tidak menang..hehehe..

      Delete
  5. Saya juga pengen punya rumah kurang lebih sama kaya Mbak Erlina

    ReplyDelete