Friday, 15 August 2014

Yang Tidak Setia

Wanita yang mau dengan lelaki yang sudah beristri biasanya hanya mengincar materi. Meski ada yang (katanya) demi cinta. Begitu kalimat yang saya dengar di curhatan seorang kawan hari ini. Benar atau tidaknya, saya sendiri belum pernah mendengar ada risetnya. Hanya saja, jujur, beberapa kali saya kebetulan bertemu dengan wanita seperti itu. Wanita yang rela menjadi yang kedua demi harta. Dan bahkan sampai hati merebut hati menjadi satu-satunya wanita atas suami orang.Hingga kasus perceraian karena perselingkuhan pun banyak terjadi.
Apakah ini hanya terdapat di cerita sinetron? Ternyata tidak. Fenomena ini rupanya sudah banyak terjadi. Baik itu sekedar sebagai wanita simpanan ataupun lantas dinikahi hingga mempunyai anak.
Ada yang mengatakan bahwa ujian seorang suami adalah saat ia merasa mempunyai harta yang lebih. Dan ujian seorang istri adalah pada saat suaminya tidak mempunyai apa-apa. Melihat kejadian yang beberapa kali saya temui, ada benarnya juga apa yang orang katakan itu. Meski tidak semua lelaki tidak lolos ujian lebih harta, tetapi kenyataannya masih ada beberapa lelaki yang gagal akan ujian lebih harta tersebut. Pun juga dengan wanita. Saat ini masih ada saja wanita yang tidak tahan ujian kurang harta. Tidak peduli masih single maupun sudah beristri, ada saja wanita yang mendekati atau bahkan mau diperistri demi harta. Harga diri nomor dua, yang penting sejahtera dan bahagia di dunia. Mungkin begitu pemikirannya.
Siapapun pasti tidak ingin menjumpai wanita maupun lelaki yang tidak setia tersebut. Sepanjang masih punya nurani dan iman, masing-masing tentu akan menjaga diri agar tidak terjerumus. Kadar keimanan seseorang memang berfluktuasi. Begitu juga kadar keimanan suami istri dalam sebuah biduk rumah tangga. Selayaknya, ada penjagaan dari masing-masing pasangan agar iman pasangannya tidak turun terlampau jauh. Selayaknya pula, ada sikap dan komunikasi terbuka dari masing-masing pasangan. Berbagai tulisan tentang penjagaan keutuhan rumah tangga sudah banyak ditulis. Mulai dari hal sederhana yaitu dengan mengecek hp sampai hal yang bersifat besar seperti pengaturan keuangan berada di tangan istri sebagai manajer keuangan keluarga adalah bentuk-bentuk strategi penjagaan keutuhan rumah tangga.
Siraman rohani yang membahas masalah kerumah-tanggaan sepertinya harus selalu menjadi agenda rutin. Siraman tersebut seperti memupuk kebaikan agar rumah tangga bisa bertahan. Lalu jika semua hal baik sudah dilakukan tetapi tetap saja sang pasangan tidak mau kembali setia bagaimana? Serahkan semua pada-Nya yang akan memberikan jalan apakah tetap bersama atau berpisah. Bisa jadi, jodoh atau kebersamaan tersebut hanya sampai di sini. Mungkin, masa setelahnya, baru akan bertemu pasangan sejati.

10 comments:

  1. Setuju banget, Mak di part ujian suami adalah saat ia punya harta berlebih dan ujian istri adalah saat suami tak punya apa-apa. Semoga kita selalu bisa jadi istri setia ya, Mak. Amiinn :)

    ReplyDelete
  2. Setiap rumah tangga pasti ada cobaannya masing-masing ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, itu mbak. Tidak ada yg mulus tanpa cobaan.

      Delete
  3. Maka itulah gunanya komitmen, untuk kembali menguatkan terhadap jalan yang sudah kita pilih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mak, Sebuah komitmen itu keharusan:)

      Delete
  4. Harus ada asas saling percaya dan tanggung jawab untuk pasangan :)
    oh iya pertama BW, mampir blogku juga ya

    ReplyDelete