Wednesday, 1 October 2014

Bangun Bonding dengan Membatik

Saya ibu bekerja kantoran. Selain itu, saya masih mempunyai aktivitas lainnya, termasuk mengurus bisnis tiket pesawat saya. Saat ini saya mempunyai seorang anak lelaki yang berusia hampir 5 tahun. Anak saya termasuk aktif. Ada saja yang dilakukannya. Untungnya suami saya termasuk "care" dalam urusan pengasuhan anak. Kami terbiasa bahu-membahu melayani keaktifan anak.
Sebagai istri yang bekerja di luar rumah, saya berusaha mengatur waktu seoptimal mungkin. Tanpa ada asisten rumah tangga, semua pekerjaan rumah saya selesaikan semaksimal mungkin. Kalaupun waktunya tidak mencukupi, beberapa pekerjaan kadang saya delegasikan, misalnya saya menggunakan jasa laundry. Meskipun saya sudah berusaha optimal untuk bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan rumah tangga termasuk membangun "bonding" dengan anak saya, tetapi masih ada saja yang nyinyir pada pilihan saya. Yang nyinyir sama saya itu biasanya IRT tulen. Padahal, sudah menjadi pilihan masing-masing untuk memilih hidup sebagai IRT murni ataupun ibu bekerja, yang penting masih bertanggung jawab sebagai ibu maupun istri.
Waktu bersama keluarga adalah hal yang sangat berharga bagi saya. Utamanya dengan anak saya. Bersama dengannya adalah saat-saat saya bisa membangun bonding yang lebih. Meski bekerja di luar, tetapi saya tetap mempunyai bonding yang kuat dengan anak saya.
Pada kesempatan mudik lebaran, saya meluangkan waktu mengunjungi Taman Pintar di Yogyakarta. Kunjungan ini selain untuk membangun bonding, juga untuk meningkatkan kreativitas anak saya.
Banyak wahana tersaji di Taman Pintar. Salah satunya wahana Membatik. Saya hanya mengeluarkan uang Rp5.000 untuk membeli tiket, saya bisa membatik berdua dengan anak saya. Kolaborasi positif yang menumbuhkan kreativitas anak dan membangun bonding yang kuat.
Awalnya saya yang menggunakan canting untuk membuat batik di atas selembar kain. Anak saya memperhatikan dengan seksama.





Bagian pewarnaan, anak saya mengambil peran. Dengan semangat ia mewarnai hasil canting saya tadi. Saya pun gantian memperhatikannya dengan seksama. Bonding kami terbangun!



Wah, anak saya serius sekali mewarnai. Kreativitas anak saya terasah.


Selesai membatik, kami pun gembira. Foto berdua deh jadinya:)
















16 comments:

  1. senangnya membtik bersama buah hati :)

    ReplyDelete
  2. Asik kayanya ya. Saya belum pernah membatik, apalagi barang anak

    ReplyDelete
  3. Aih. Asyik yaaa.. bisa belajar tradisi sekaligus bonding sama anak.

    ReplyDelete
  4. Saya juga pernah mengulas batik taman pintar di blog saya yang joogja circles... :D

    ReplyDelete
  5. Bagus nih, sejak dini diajari membatik. Bilang semua ibu memiliki kpedulian akan budaya seperti mbak Erlina, in syaa Allah budaya bangsa kita akan tetap lestari.

    Lanjutkan bu, ibu pasti bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. smangattt untuk budaya Indonesia yg lestari:)

      Delete
  6. taman pintar memang oke mak, salah satu kebanggaan kota jogja. selamat ya sukses GAnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, penuh kreativitas ya mak:) Terima kasih atas kunjungannya:)

      Delete
  7. waah seru juga membatik tapi pas saya coba emang agak susah buat pemula karna lilin cepat kering di dalam canting ..

    ReplyDelete
  8. wah asyik yah bisa belajar membatik

    ReplyDelete