Wednesday, 29 October 2014

BERBUAT BAIK

Manusia di muka bumi sangat banyak jumlahnya. Aturan bermuamalah pun juga begitu banyak jumlahnya. Berbuat baik, adalah sebuah anjuran yang layak untuk dilakukan. Apapun bentuk perbuatan baik tersebut dan sekecil apapun perbuatan baik tersebut, tentu banyak manfaat yang dihasilkannya.
Berbuat baik tidak melulu berupa harta benda. Berbuat baik sangat banyak ruang lingkupnya. Di lingkup pekerjaan misalnya, kita bisa berbuat baik dengan memudahkan urusan ataupun kesulitan rekan kerja ataupun klien perusahaan. Setelah berbuat baik di kantor, minimal kita punya teman yang banyak. Bukan sebaliknya, kita menjadi orang yang paling ditunggu untuk resign dari kantor. Di lingkup sosial masyarakat pun juga begitu, berbuat baik bisa dilakukan dengan cara apa saja. Misalnya kita ramah dengan tetangga, kita menyingkirkan batu besar di jalan raya, atau apabila kita pemangku kepentingan publik, kita bisa lebih berpeluang untuk berbuat baik seperti membantu meringankan kesulitan orang lain. Di lingkup dunia maya pun juga merupakan lahan untuk berbuat baik. Contohnya kita menuliskan hal-hal baik yang menginspirasi orang lain. 
Manfaat berbuat baik sangatlah banyak, diantaranya seperti yang terangkum dalam HR.Muslim berikut ini:
Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa menghilangkan
kesulitan seorang mu'min di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, kecuali ketentraman akan turun kepada mereka, rahmat akan memenuhi mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan makhkluk yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang terlambat amalnya, maka nasabnya tidak akan mempercepat (nasibnya)
(HR. Muslim).
Di dalam QS An-Nahl ayat 97, juga menegaskan bahwa perbuatan baik (amal saleh) akan dijaminkan balasan yang baik pula.
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl/ 16 : 97)
Segala perbuatan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri. Seperti yang tersurat dalam QS Al-Isra' ayat 7 berikut ini:
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri...” (QS. Al-Isra'/ 17 : 7)
Jadi, jangan pernah salah langkah. Perbuatan baik akan memperoleh balasan yang baik. Dan sebaliknya, jika berbuat jahat (curang, selingkuh, menahan suatu urusan yang menyebabkan orang lain mengalami kesulitan, mencuri hak orang, berdusta, menganiaya, dll) juga akan memperoleh balasan yang buruk. Cepat atau lambat, balasan itu akan datang.



2 comments:

  1. sekarang malah banyak orang yang suka mempersulit masalah, xixixi

    ReplyDelete