Monday, 20 October 2014

TANTRUM OH TANTRUM!

Menjadi orang tua adalah proses belajar yang tidak ada hentinya. Ada saja perbuatan anak yang memancing emosi. Salah satunya ketika anak tantrum. Apa itu tantrum? Tantrum adalah perilaku anak yang tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga anak cenderung melampiaskan kemarahannya secara berlebihan.
Saya termasuk orang tua yang sering menghadapi anak yang tantrum. Jika sudah tantrum, ada saja hal-hal yang dilakukan oleh anak saya seperti menangis keras, memukul, menggigit, melempar barang dan lain sebagainya. Jujur saja, sampai saat ini pun saya masih terus meracik formula dari bahan-bahan yang ada untuk menghadapi anak yang tantrum. Berhasilkah? Kadang berhasil dan kadang saya sendiri malah ikut tersulut emosi. Oleh karenanya saya tidak mau berhenti mencari referensi untuk menghadapi anak yang tantrum.
Sedih rasanya ketika menghadapi anak yang sedang tantrum. Apalagi kalau tantrumnya di depan umum. Pernah suatu kali anak saya pagi-pagi tantrum di sekolahnya. Saya berusaha mengatasinya, tetapi gagal. Sampai akhirnya saya pun malah ikut menangis, meneteskan air mata. Malu? Iya, tapi saya sendiri bingung harus berbuat apalagi. Akhirnya hanya menangis yang saya bisa. Untungnya pihak sekolah memahami kondisi saat itu. Dengan dibantu pihak sekolah, akhirnya tantrum anak saya berhasil diredakan.
Banyak bahan-bahan yang bisa diracik untuk menjadi formula yang jitu menghadapi anak yang sedang tantrum. Apa saja, silakan simak berikut ini:
  • Bersikap tenang. Dalam hal ini memang susah-susah gampang. Tetapi harus diupayakan.
  • Jangan beri perhatian pada kemarahannya. Sebisa mungkin, terus lakukan aktivitas yang sedang Anda lakukan.
  • Beri kesempatan pada anak untuk melampiaskan emosinya. Tetapi jangan lupa sebelumnya singkirkan terlebih dahulu barang-barang yang mudah pecah dan membahayakan anak Anda. Selama anak Anda melampiaskan emosinya, Anda harus tetap mengawasinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Peluklah anak Anda. Memeluknya erat dengan penuh kasih sayang meski anak meronta adalah sebuah terapi tersendiri.
  • Tegas dan jangan menyerah. Jangan sampai Anda menyerah karena tantrumnya agar ke depan hal ini tidak dijadikan anak sebagai senjata untuk memperoleh sesuatu.
  • Perkuat komunikasi Anda dengan anak agar kelak Anda bisa mencegah anak tantrum.
Semua teori di atas kadang tinggalah teori semata manakala kita sedang dihadapkan pada kejadian sesungguhnya. Terus belajar dan memperbaiki diri adalah upaya yang diharuskan demi anak tercinta.

6 comments:

  1. noted mba, baru tahu saya mengenai tantrum walaupun sering melihat anak yang berciri sama seperti yang mba utarakan, saya kira normal2 saja.
    semoga sedikit demi sedikit bisa menghilang tantrum yang hinggap di anak mba :)

    ReplyDelete
  2. anak yang memiliki tabiat yang demikian umumnya kelak akan menjadi anak yang justru akan membuat bangga orang tua, sebab secara kejiwaan sesungguhnya mereka menyadari saat kecilnya dia itu sangat merepotkan orang tuanya terutama ibue, dengan demikian maka dia akan berusaha keras untuk membalas kecintaan dan kesabaran ibue dengan berprestasi dan membuat bangga ibue'..
    begitulah menurut SOTOY nya saya mah :D

    ReplyDelete
  3. aku belum pernah ngadepin tantrum, Aisyah blm gede sih.
    Cuma kalau marah emank agak mengerikan sih :D

    ReplyDelete