Wednesday, 14 January 2015

Kredit

Tidak semua orang mempunyai dana yang besar untuk memiliki suatu barang. Tetapi hal tersebut tidak mengahalangi seseorang untuk tetap memiliki barang tersebut. Banyaknya tawaran kredit baik dari pihak toko maupun dari sebuah institusi keuangan tentu merupakan hal yang menggiurkan bagi mereka yang nirdana. Kepuasan jiwa karena berhasil memiliki barang yang diinginkan tentu ada. Tetapi harus diingat bahwa setelahnya Anda akan mempunyai kewajiban untuk melunasi pembelian barang tersebut. Sebelum memutuskan untuk membeli barang secara kredit, hal yang penting dan harus Anda lakukan adalah mengukur kemampuan finansial yang Anda miliki.
Mengukur kemampuan finansial berarti mengidentifikasi secara jujur atas segala sumber penghasilan yang dimiliki. Sumber penghasilan banyak ragamnya seperti penghasilan tetap bulanan dan penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan dibagi menjadi dua kelompok yaitu penghasilan tambahan yang bersifat tetap dan penghasilan tambahan yang bersifat fluktuatif. Keseluruhan hasil penjumlahan dari berbagai sumber penghasilan tersebut sangat mempengaruhi besarnya kemampuan finansial Anda . Biasanya, jumlah cicilan kredit yang diizinkan sebesar maksimal 30% dari jumlah penghasilan yang Anda miliki. Hal ini berkaitan dengan besarnya pos-pos pengeluaran yang wajarnya mencapai 70% atau lebih dari jumlah penghasilan. Apabila ternyata pos pengeluaran ini melebihi 70% dari jumlah penghasilan, maka sebaiknya Anda menilik kembali pos-pos pengeluaran tersebut dan lakukan penghematan atas pos tersebut. Penghematan ini nantinya akan berguna untuk memberikan ruang cicilan sehingga arus kas Anda tetap sehat.
Jika Anda bermaksud untuk mengambil kredit pada sebuah institusi keuangan, maka Anda wajib menunjukkan hitam di atas putih berapa penghasilan Anda dalam jangka waktu tertentu. Boleh jadi Anda mempunyai uang sampingan yang melebihi gaji bulanan, tetapi hal ini tidak mendukung diterima atau tidaknya atas pengajuan kredit Anda jika Anda tidak bisa menunjukkan hitam di atas putih atas angka uang sampingan tersebut.
Sebuah institusi keuangan yang menawarkan kredit mensyaratkan hitam di atas putih atas penghasilan calon peminjam dimaksudkan untuk memperoleh kepastian bahwa kredit yang dicairkannya tidak mengalami kemacetan. Selain itu, biasanya institusi keuangan tersebut juga meminta Anda menyediakan sejumlah uang sebagai uang muka. Semakin banyak uang muka yang bisa Anda sediakan, maka semakin baik reputasi finansial Anda di hadapan institusi tersebut.

4 comments:

  1. Kata orang sekarang jamannya kredit. Nggak akan punya kalau nggak kredit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, tapi juga harus lihat2 sikon biar arus kas tetap aman tidak keberatan karena cicilan:)

      Delete
  2. hahaha aku juga kredit kok mbak, semua barang2 dirumah hasil kreditan semua..hehhe

    ReplyDelete
  3. hehehe..yg penting arus kas tetap lancar, mak:)

    ReplyDelete