Sunday, 21 June 2015

Menjejak Pantai Trikora dengan Mobil Idaman

Hey..tahukah kamu bahwa saat ini aku tinggal di provinsi yang cantik? Nggak rugi aku datang jauh-jauh dari Jogja untuk tinggal di sini menemani suamiku dalam tugasnya. Alamnya yang mayoritas masih natural membuatku tak segan untuk sering menjejak.
Saat ini aku tinggal di provinsi Kepulauan Riau. Sebuah provinsi ke-32 di negara Republik Indonesia. Menurut data yang ada, provinsi ini mempunyai sekitar 2.408 pulau. Banyak ya. Dan butuh waktu lama untuk bisa menjejak keseluruhan pulaunya. Aku sendiri baru menjejakkan di beberapa pulau saja, seperti pulau Bintan, pulau Penyengat, pulau Batam, pulau Lingga, pulau Karimun, pulau Dompak dan pulau-pulau kecil lainnya.
Pulau Bintan adalah pulau yang paling sering aku jajaki. Di samping karena rumahku berada di kota Tanjungpinang yang terletak di dalam pulau ini, juga karena banyak potensi wisata yang menarik perhatianku. Salah satunya Pantai Trikora.
Salah satu view di pantai Trikora (Dok. Pribadi)
Pantai Trikora adalah destinasi wisata favorit keluargaku. Biasanya aku pergi bersama suami dan anakku. Sebagai driver-nya, gantian antara aku dan suamiku. Kadang berangkatnya aku yang nyetir lalu suamiku nyetir pas pulangnya. Atau sebaliknya.
Narsis dulu sebelum nyetir..hehe.. (Dok. Pribadi)
Untuk menjejak di pantai Trikora yang berpasir putih dan berombak landai ini, aku dan keluargaku harus menempuh jalan sepanjang 45 km dari kota Tanjungpinang. Jangan salah, sepanjang jalan ada aneka suguhan pemandangan khas pulau Bintan seperti perkampungan nelayan, kawasan mangrove dan resort-resort yang kerap disinggahi wisatawan asing. Kalau suamiku yang nyetir, mataku puas berkelana memandang semua panorama yang ada. Tapi kalau aku yang nyetir, maka mau tidak mau aku harus konsentrasi.
Di pantai Trikora, banyak hal yang bisa dilakukan. Mulai berfoto ria, bermain pasir putih, snorkling, sampai berenang, kesemuanya bisa dilakukan di pantai ini. Jadi nggak rugi kan jauh-jauh nyetirnya, karena banyak hal yang bisa dilakukan di pantai Trikora.

Di pantai Trikora bisa main air sambil foto-foto lho..(Dok. Pribadi)
Ketika ke pantai Trikora, aku dan keluargaku mengandalkan mobil manual, bukan matic. Alasan utamanya karena mobil itulah yang kami punya saat ini. Hmm..ngomongin mobil matic, jujur aja itulah mobil idamanku saat ini. Baik mobil matic maupun manual, keduanya sama-sama mobil yang berguna sebagai alat transportasi.  Perbedaan keduanya yang paling mencolok terletak pada transmisinya. Di samping itu, juga masih ada perbedaan lainnya. Jika mobil manual, biaya perawatannya dan bahan bakarnya lebih irit, juga akselerasinya pun lebih baik. Hanya saja aku harus konsentrasi memainkan kedua tanganku, kaki kiriku yang harus siap sedia menekan kopling, dan memainkan kaki kananku yang harus lincah berpijak pada rem atau gas. Makanya aku sangat mengidamkan mobil matic karena lebih mudah dalam mengemudikannya. Kakiku satu-satu konsentrasinya, kaki kiri untuk rem dan kaki kanan untuk gas.
Mobil idamanku kebetulan sama dengan mobil yang difavoritkan anakku, yaitu mobil Toyota Hilux. Sebuah mobil yang cukup sporty namun seksi. Mobil jenis ini memang bukan jenis mobil murah, sepadan dengan tampilannya yang agresif dan membuat bangga siapapun yang mengendarainya. Baik mobil baru maupun mobil bekas, harga mobil jenis ini tetap berkelas.
Nampang dengan mobil idaman (Dok. Pribadi)
Aku pasti bisa membuatmu iri tak kala aku sedang mengendarai mobil Toyota Hilux yang agresif di hamparan pasir putih pantai Trikora yang menawan. Memarkirnya tak jauh dari sisi ombaknya yang landai. Setelah itu, kuturunkan aneka makanan khas melayu sebagai camilan selama di pantai. Camilan khas melayu yang paling aku sukai namanya ota-otak. Otak-otak ini terbuat dari isian ikan yang telah dihaluskan. Ada dua varian rasa otak-otak yang memanjakan lidah, rasa pedas dan gurih. Maknyuss semua:)
Otak-otak yang maknyuss (Dok. Pribadi)
O iya, mobil idamanku ini selain sporty dan seksi, juga multi fungsi. Jika suatu saat aku ingin camping di pantai Trikora sembari berbeque ria, semua perlengkapannya tinggal kubawa di bak belakang Toyota Hilux. Benar-benar praktis!
Sembari menjejak pantai Trikora dengan mobil yang ada, aku senang berkunjung ke web RajaMobil. Di web ini aku menemukan banyak hal yang berkaitan dengan mobil seperti aneka artikel, berita, informasi showroom, daftar harga, spesifikasi dan komparasi, direktori dan outlet, serta forum RajaMobil. Semua soal mobil memang ada di RajaMobil. Kali-kali saja suatu saat aku menemukan harga Toyota Hilux idamanku yang pas dengan kantongku. Tidak masalah bekas atau baru, yang penting spec-nya memenuhi kriteriaku.
Semua soal mobil ada di RajaMobil
Nah, bila kamu nantinya berkunjung ke pantai Trikora, kamu tidak perlu buru-buru pulang ke hotel yang ada di Tanjungpinang. Selain capek bolak-balik juga boros bahan bakar. Coba sesekali rasakan sensasi menginap di tepi pantai Trikora. Kamu bisa membangun tenda atau yang praktis, tinggal cari penginapan yang tersedia. Pasti kamu nagih merasakan semilir angin pantai di malam hari dan tidur dengan suara deburan ombak sebagai pengantarnya.






16 comments:

  1. Bagus sekali pemandangan di Riau ya mbak.
    Kalau iklim udara di Riau dibandingkan dengan Jogja lebih nyaman mana? Lebih panas Jogja atau Riau?

    Ini saya mau sedikit komentar di bagian mbak Erlina bilang kalau pakai mobil matic kakinya bisa satu-satu konsentrasinya, kanan untuk gas dan kiri untuk rem.
    Kalau saya pakai mobil matic, meskipun mobil matic cuma dua pedal, kaki kiri tidak digunakan untuk menginjak rem. Menurut saya berbahaya bila ada kejadian harus mengerem mendadak, karena secara reflek kalau sudah terbiasa dengan cara kaki difungsikan satu-satu, maka kaki kanan dan kiri akan bersamaan menginjak pedal.

    Ya mungkin ini hanya masalah kebiasaan aja sih ya. Itu kebiasaan saya. Disamping itu biar kalau pas harus pakai yang manual nggak terlalu canggung lagi penyesuaian penggunaan kakinya. Demikian sebaliknya.

    Semoga suatu saat saya bisa main jalan-jalan ke pantai-pantai di Riau. :) Thank you..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau iklimnya lebih sejuk di Jogja, mas.
      Iya, kalau belum biasa pakai matic memang perlu konsentrasi tinggi pas memakainya. Karena kaki kiri kan cenderung biasa menginjak kopling yang (kadang) dalam, jd kalau pas mau ngerem (pada mobil matic) harus pelan-pelan. Kalau pengalaman saya pas bawa matic, nyetirnya pelan-pelan biar tidak kaget pas ngerem.
      Terima kasih atas kunjungannya di lapak ini ya..
      Smoga terkabul cita-cita mas bisa jalan2 ke kep.riau yang cantik..amiin.

      Delete
  2. Baru tahu ada pantai Trikora, mak. Keren ya mobilnya, bisa menembus jalanan pantai yang berpasir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga taunya stelah tinggal di Tanjungpinang, mak.
      Betul, mobilnya memang tangguh:)

      Delete
  3. pantainya bagus banget mba.. sekarang pindah Riau ya? lama nian tak bermain ke blog ini... selamat berpuasa ya mba dan selamat berlomba.. semoga menang buat lebaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb.. sdh ga d jogja lg..
      Emang bgs pantainya..mainlah ke sini..hehe..
      Amiin.. terima ksh ya mb.. ayuk ikutan juga:)

      Delete
  4. waaah... aku dulu waktu SD sampe SMP sekolah di tanjung pinang lo! sekarang udah di semarang aja nih. Duh jadi kangen meja tujuh, akau, trikora, penyengat... hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesekali nostalgia ke sini..tambah bagus lho..:)

      Delete
  5. Wah mobilnya bagus, pengin tuker gerobak saya dg Hilux spt punyamu nombok berapa ya? Heheheee

    ReplyDelete
  6. Hiluxnya bagi saya juga msh idaman mak..hehehe.. gerobak yg ad bkn hilux.
    Msh mamtengin harganya di RajaMobil kok..hihi..

    ReplyDelete
  7. sudah pernah ke pantai tiga warna ? kalau belum kalian wajib coba karena pantai ini bener-bener bagus dan masih dijaga ke asrianya :)

    ReplyDelete
  8. kalau ke pantai jangan lupa sun block nya, soalnya bakalan kebakar dan jadi item kulitnya hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..betul, sayang klo dalam sehari langsung tambah item:)

      Delete