Thursday, 19 November 2015

Cerita Saya Menjauhkan Anak dari Gadget


Beberapa waktu yang lalu, sepulang sekolah anak saya sempat tidak bisa lepas dari gadget. Mulai dari nge-game, download, atau sekedar browsing dengan kata kunci sederhana yang telah dihafalnya. Kalau sudah begitu, biasanya ia akan tidur kemalaman. Imbasnya, esok hari ia bakal kesiangan. Tidak cukup sampai di sini, di sekolah pun anak saya cenderung lemas, tidak aktif di kelas dan bahkan sering berbaring. Sebagai orang tua, saya pun dipanggil menghadap ibu gurunya guna mencari penyebab dan solusi atas kelakuan anak saya tersebut. 
Atas saran ibu gurunya, anak saya harus dijauhkan dari gadget agar tidak kecanduan. Saya pun mencoba menjauhkannya dari gadget. Anak saya tidak lagi boleh bebas memegang gadget. Ada batasan waktu yang harus ia taati. Mengaplikasikan hal ini awalnya begitu sulit, malah anak saya menjadi sering tantrum karenanya. Sabar dan harus tegas kuncinya. Alhamdulillah, anak saya lambat laun mengerti tentang penerapan batasan waktu penggunaan gadget. Good job, Le:)
Memberikan batasan waktu ketika menggunakan gadget, tentunya harus disubstitusi dengan aktivitas lain yang tak kalah menarik. Untuk hal ini, saya lebih memilih mengajak jalan berdua ke toko buku. Toko Buku Lotus menjadi toko buku favorit kami di Tanjungpinang. Selama perjalanan berdua di mobil, saya terus memberinya kata-kata apresiasi soal keberhasilannya menjauh dari gadget. Saya juga menekankan kepadanya, sesampainya di toko buku, ia bebas memilih membeli barang apa saja. Tapi hanya boleh satu buah saja. Alhamdulillah ia bisa diajak kompromi. Setelah asyik memilih, akhirnya ia memutuskan untuk membeli puzzle. Bermain puzzle inilah yang menjadi aktivitas substitusinya.
Bosan dengan satu puzzle yang dimilikinya, di lain waktu ia pun mengajak kembali ke toko buku. Setelah melihat-lihat, ia kembali memutuskan mengambil sebuah puzzle, tapi yang lebih rumit dari pada puzzle yang terdahulu. Aktivitas membeli puzzle lalu asyik bermain dengan puzzle ini berlangsung beberapa kali. 
Setelah bosan dengan puzzle, ketika ke toko buku ia mulai melirik buku mewarnai. Kali pertama membeli buku mewarnai di Toko Buku Lotus, saya pun mengizinkannya membeli dua macam barang, yaitu buku mewarnai beserta crayon warnanya. Pada kunjungan ke toko buku berikutnya, kembali ke aturan awal, hanya boleh membeli satu macam barang dan waktunya setelah satu buku yang dibeli sebelumnya telah selesai diwarnai. Anak saya pun menaati. 
Sekilas, aktivitas substitusi untuk menjauhkan anak saya dari gadget mungkin tampak biasa saja. Tapi bagi saya itu telah mengandung pelajaran-pelajaran kecil baginya. Ia belajar memahami apa itu ketegasan, aturan, waktu, konsekuensi sekaligus ia belajar mengambil keputusan. Di samping itu, motorik halusnya juga semakin terasah. Dan yang paling menggembirakan, di sekolah ia mulai aktif dan tidak lagi suka berbaring.






16 comments:

  1. Iya saya jg kl depan anak jrng pegang gadget tapi suami saya susah dibilangin hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada dasarnya sama juga mb,susah di suami..hehehe..

      Delete
  2. anaknya usia berapa mba? kalo anak saya dibatasin 1 jam aja per hari, udah termasuk hp, tv, laptop. dan dipilih juga tayangannya. kalau kecanduan repot nanti ;) semangat mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. hampir 6 tahun,mb:)
      Iya, bahaya kalau sampai kecanduan..

      Delete
  3. Semangat Mba Erlina !!! Pasti bisa, inshaAllah

    ReplyDelete
  4. Semangat Mba Erlina !!! Pasti bisa, inshaAllah

    ReplyDelete
  5. Iya harus tegas Mbak. Anak-anak malah jadi respek kok dengan ketegasan kita. Anak saya, Chila, udah nggak main gadget lagi. Senangnya malah mewarnai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mewarnai kayanya lebih positif ya mb:)

      Delete
  6. bener, mba. dulu ada temen juga yang menyarankan untuk mengganti dengan mainan lain, nanti anaknya juga bakal suka dengan mainan barunya dan lupa dengan gadget. kalau dibilangin harus ganti malah biasanya ngeyel :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul-betul, kalau pake mulut aja biasanya ngeyel banget:D

      Delete
  7. Kalo ortunya masih pegang gadget, anak pasti ngikutin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..iya, mbak. Pasti langsung bilang, "Ayah/Ibu saja pegang hp kok!"

      Delete
  8. anak-anak jangan dulu di kasih gadget sekolah dulu biar pinter he

    ReplyDelete