Monday, 16 November 2015

Kepuasan Pelanggan Sebagai Penyumbang Laba

Di dalam sebuah usaha, yang diupayakan tentu sebuah laba. Tetapi untuk awalnya, mencapai titik BEP (Break Event Point) adalah hal yang bagus. Tentu saja kita tidak boleh berpuas diri pada titik ini. Kita harus berputar otak untuk mencapai target laba tertentu.
Dalam mencapai target laba tersebut, perlu sebuah strategi. Salah satunya meningkatkan kepuasan pelanggan. Filosofinya sederhana saja, jika seseorang merasa puas dengan output usaha kita, tentu ia akan kembali lagi di suatu hari. Bisa jadi, ia juga menceritakan tentang kepuasannya tersebut kepada orang lain. Orang lain tersebut akan datang untuk membuktikan sendiri. Dan jika ia juga terpuaskan, ia juga akan kembali lagi. Begitu seterusnya. Sebaliknya, ketika ia tidak puas, maka ia tak akan kembali. Bahkan bisa jadi ia akan menyampaikan ketidakpuasannya kepada orang lain.
Sayangnya, tidak banyak pelaku usaha yang memperhatikan konsep kepuasan pelanggan ini. Lihat saja, berapa banyak dari kita mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan dalam hal kepuasan pelanggan. Sebut saja ketika kita sedang berbelanja di toko A dengan pelayanan yang kurang ramah. Di tambah lagi ketika melakukan pembayaran harus menggunakan kartu kredit tertentu, transfer ke rekening tertentu, atau uang pas yang tidak boleh lecek. Agak merepotkan. Berbeda ketika kita berbelanja di toko B yang sangat ramah pelayanannya. Di samping itu, toko B mengizinkan kita membayar dengan uang yang tidak harus baru dan proses pembayarannya pun bisa dengan segala jenis kartu kredit ataupun transfer rekening bank. Toko B tidak mau mempersulit pelanggannya, karena itu toko B sengaja membuka beberapa jenis rekening yang bisa dijadikan akun pembayaran. Melihat perbandingan keduanya, selanjutnya tentu kita lebih memilih untuk kembali berbelanja di toko B daripada di toko A. Bahkan walaupun harga di toko B sedikit lebih mahal.
Seorang pelanggan yang puas akan kembali dan bahkan mendatangkan pelanggan lainnya. Seiring dengan hal ini, bisa dipastikan angka penjualan kita juga meningkat. Tentu saja dengan meningkatnya angka penjualan ini juga akan meningkatkan laba yang kita miliki.
Jika kita berperan sebagai pelaku usaha yang merangkap melayani pelanggan, nah, mulai sekarang tidak ada salahnya jika kita akan berlaku seramah mungkin di dalam melayani pelanggan. Jika kita hanya sebagai owner yang memperkerjakan orang lain untuk melayani para pelanggan, sudah selayaknya kita memberikan pelatihan guna memastikan bahwa pelayanan yang dilakukan sudah tergolong ramah dan memberikan efek kepuasan pelanggan.

 

8 comments:

  1. Sekarang sudah banyak yang melakukan pelayanan baik..kalau toko online biasanya juga sudah welkom dengan pelayanan maksimal..

    iya ya...aku juga kalau sudah enak sama toko A ya udah belanja disana aja wes..males nyari lainnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gitu, kalau dah cocok di satu toko, suka malas buang waktu cari toko lain:)

      Delete
  2. Biasanya toko yang memberi pelayanan yang baik itu, sepengalaman saya adalah toko kelontong punya tetangga dirumah. Selain ramah, boleh ngutang juga. :)

    Salam hangat dari Bondowoso..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah tapi kalau ngutang, ujung-ujungnya ga enak pas ditagih:)

      Delete
  3. yup! itulah kenapa perusahaan yang baik itu gak yang hanya punya produk bagus. Tapi kepuasan pelanggan juga harus diperhatikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Bagus doang tapi pelanggan ga puas ya siap-siap deh ga laris banget..hehehe..

      Delete
  4. Bener mbak, soalnya kalo pelanggannya senang dan puas pasti bakal ngasih testimoni baik ke orang lain, akhirnya penjual bisa dapet laba banyak karena efek mouth to mouth.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Marketing gratis mb..dari mulut ke mulut:)

      Delete